Tampilkan postingan dengan label Catatan Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Jumat, 14 Mei 2010
Cerita di Lampu Merah
Melintas jalan Gatot subroto siang ini (10/5), membuat aku merasa terenyuh. Sebuah pemandangan yang seakan menjadi satu pandangan mata biasa di tengah Bandung yang semakin padat.Kala itu, aku baru saja mengajar komputer di SD Slamet Riyadi. Kebetulan lampu berwarna merah dan "memaksa" untuk berhenti. Mobil dan motor mulai berjalan pelan dan berhenti. Pedangan asongan mulai menjajakan barang dagangannya yang ia bawa.Dari arah mata memandang, ada seorang anak dengan suara sumbangnya mendendangkan salah satu lagu pop di tanah air. Bermodalkan sebuah alat musik yang dibuat dari kayu dengan beberapa tutup botol minuman yang terpaku, ia mencoba mengais rejeki.Tepat di depannya ada pengendara motor yang juga sedang menanti lampu lalu lintas. Tampaknya suara parau dan paras lelah yang tercermin dari wajahnya tidak mampu menyentuh hati.Dengan lunglay ia melangkahkan kakinya tanpa ada hasil sama sekali. Kelelahan, Kekecewaan dan pengharapan menjadi satu dalam langkah kecilnya.Masih ingat bagaimana cerianya anak-anak saat paskahan di Aloy? Mereka berlari, bermain dan tertawa. Sepertinya, gelak tawa lepas dan keceriaan seperti anak-anak itu jauh dari bayangan pengamen-pengamen kecil.Ketika lampu menjadi hijau. Kendaraan pun melaju, semua itu seakan terbang bersama debu jalanan.
Kamis, 07 Januari 2010
Balada Sepak Bola
Dunia sepak bola Indonesia kembali menelan pil pahit setelah kalah 2-1 dari Oman, malam ini(6/1). Kekecewaan terhadap kekalahan Indonesia ini pun diperlihatkan oleh salah seorang suporter indonesia yang turun ke lapangan hijau di menit pertambahan waktu. Ia mengiring bola ke arah gawang Oman dan mencoba memasukannya. Untung hal ini segera disikapi oleh pihak kepolisian yang menyergap dan membawanya ke luar lapangan hijau.
Hingga menit perpanjangan waktu berakhir, Indonesia tidak mampu mengimbangi permainan pemain Oman yang cukup tenang dan akurat dalam membawa serta melepaskan tendangan ke arah gawang Indonesia. Bahkan beberapa kali Markus, penjaga mulut gawang Indonesia terlihat kesulitan ketika penyerang Oman melepaskan tendangan dan sundulan ke arah gawang. Lemahnya pengawalan dari pemain belakang Indonesia membuat peyerang Oman pun mudah menembus pertahan Indonesia. Bahkan jebakan offset yang dicoba oleh pemain belakang Indonesia, sering kali berbuah kesalahan yang membuat peyerang Oman masuk dan melepaskan serangan.
Peluit yang mengakhiri pertandingan telah dibunyikan. Kesedihan dan kekecewaan atas permainan Indonesia bukanlah sikap yang tepat untuk para pemain dan juga para pendukungnya. Ini tandanya, Indonesia masih perlu berlatih 4 kali lebih keras lagi agar kegagalan tak lagi berbuah kegagalan di kemudian hari.
Langganan:
Postingan (Atom)