Setiap orang memiliki kebebasan untuk memilih. Sejauh ia telah memiliki tanggung jawab atas pilihannya itu, ia berhak untuk menggunakan pilihannya. Mengapa dikatakan pilihan yang bertanggung jawab? Memilih adalah suatu proses bukan yang semata-mata hanya melihat pada hasil akhir.
Seorang anak kecil berumur 4 tahun ia sudah dapat memilih ketika ia tidak menyukai makanan yang diberikan oleh orang tuanya. Namun, apa yang ia pilih belumlah dapat ia pertanggung jawabkan dengan benar. Yang ia lihat adalah apa yang ia rasakan dan tidak melihat apa gunanya. Jika ia merasa bahwa sayuran itu tidak enak maka ia akan memilih untuk tidak makan. Padahal sayuran itu penting untuk pertumbuhan dan kesehatan dirinya.
Tanggung jawab atau kedewasaan di dalam memilih merupakan suatu hal yang tidak begitu saja diperoleh. Seseorang yang sudah dewasa dalam artian umur, belum tentu memiliki kedewasaan atau tanggung jawab untuk melakukan suatu pilihan. Umur bukanlah suatu tolak ukur dalam menilai suatu kedewasaan atau tanggung jawab seseorang. Yang dapat menjadi tolak ukur adalah proses ketika seseorang mengambil suatu pilihan atau keputusan.
Pilihan dan keputusan akan selalu ada di dalam kehidupan kita. Baru-baru ini teman-teman yang sudah menyelesaikan ujian akhir memiliki kesempatan untuk memilih ke mana ia akan melangkah, kuliah, menganggur atau bekerja. Pilihan ini tentu tidak lah mudah, karena apa yang akan dipilih merupakan suatu pilihan yang akan ia jalani di dalam hidupnya. Ada perasaan bingung, takut dan khawatir di dalam memilih. Bahkan tidak jaran g ada juga tekanan dari orang tua, saudara, atau pun oran g lain yang membuat seseorang tidak berani berproses di dalam mencapai kedewasaan saat memilih.
Pilihan dapat saja keliru. Dan sering kali refren yang selalu terulang adalah penyesalan. Sehingga ada ungkapan bahwa penyesalan selalu datang belakangan. Tetapi mengapa penyesalan yang datang belakangan, bukan suatu sikap menerima dan sikap berfikir positif untuk tetap berjuang di dalam keadaan yang sulit dari sebuah pilihan.
Tidak jarang , yang ditanyakan pada sang kuasa adalah mengapa hal yang tidak ia harapkan yang ia terima ketika memilih sesuatu. Mengapa sang pencipta memberikan cobaan yang berat pada pilihan yang telah diambil.
Pertanyaan mengapa tidak selamanya terungkap dalam sebuah jawaban. Dan terkadang yang ditemukan adalah kebuntuan dan putus asa. Tetapi tak seharusnya pula kita bertahan pada pertanyaan mengapa. Yang kita dapat tanyakan juga adalah apa yang Tuhan rencanakan untuk hidup kita. Sebagai orang yang mengamini bahwa Tuhan selalu memberi rencana yang terbaik, kita percaya bahwa selalu ada rencana yang terbaik yang telah Tuhan siapkan untuk kita.
Tuhan memang telah menyiapkan rencana yang terbaik, namun pilihan kita tetap akan menentukan di mana rencana itu akan di temukan. Untuk dapat berproses dalam menentukan suatu pilihan kita dapat bersumber pada suara hati kita. Suara hati dapat saja keliru, namun hal itu dapat diproses dengan selalu mengasah suara hati. Ibarat sebuah pisau, suara hati dapat saja tumpul, tetapi apabila diasah secara teratur maka akan dapat menjadi tajam. Untuk dapat mengasah suara hati, yang perlu kita perhatikan adalah ketenangan kita saat menghadapi dua pilihan. Apabila masih ada keraguan dan rasa bimbang sebaiknya pilihan tidak lah dilakukan. Biarkan kita menjadi tenang dan dapat merasakan pilihan mana yang membuat kita merasa bahagia.
Di dalam ketengan itu, suara hati akan mengampil peran utama. Apa pilihan yang kita pilih membuat kita merasakan suatu kebahagiaan dan siap menghadapi resiko yang akan dihadapi, maka suara hati itulah yang kita ikuti. Dengan terus megasah suara hati seperti itu, maka ketajaman suara hati kita akan semakin dapat diandalkan di dalam mengambil suatu keputusan. Dan keputusan yang terbaik adalah keputusan yang memiliki tujuan yang jelas, cara yang tepat dan nantinya akan dapat dilihat hasilnya yang berguna di dalam kehidupan.
Pilihan akan selalu ada. Kebebasan untuk memilih pun akan selalu menyertai. Namun tanggung jawab dan kedewasan untuk memilih tetap lah sebuah proses yang dapat diperjuangkan untuk menentukan pilihan yang memberikan kebahagian dan tujuan yang jelas. Sebab kita adalah apa yang kita pilih.
